Dari Kalimantan Timur Sampai Riau, Ini Tren Kebutuhan Pohon di Tiap Wilayah
Kebutuhan pohon untuk landscape tidak selalu sama di setiap daerah. Dari Kalimantan Timur sampai Riau, tren kebutuhan pohon di tiap wilayah mulai terlihat berbeda karena dipengaruhi perkembangan kawasan, karakter lingkungan, jenis proyek, hingga fungsi ruang yang ingin dibentuk.
Bagi pemilik rumah, kontraktor, developer, maupun pengelola kawasan, memilih pohon bukan sekadar mencari jenis yang terlihat bagus. Ukuran saat ditanam, fungsi peneduh, bentuk tajuk, ketahanan terhadap kondisi lokasi, kebutuhan perawatan, hingga kemampuan pengiriman menjadi bagian yang perlu diperhitungkan sejak awal.
Menariknya, beberapa wilayah yang sedang berkembang justru menunjukkan kebutuhan pohon dengan karakter yang berbeda. Kalimantan Timur banyak berkaitan dengan pengembangan kawasan baru dan konsep kota hijau, sedangkan Riau memiliki kebutuhan kuat pada pohon peneduh dan penghijauan kawasan perkotaan.
“Kebutuhan pohon untuk setiap proyek dapat berbeda, sehingga pengadaan tanaman perlu disesuaikan dengan desain, ukuran, dan kondisi lokasi.”
Kalimantan Timur: Pohon untuk Kawasan yang Sedang Bertumbuh
Kalimantan Timur menjadi salah satu wilayah yang menarik untuk melihat perubahan kebutuhan tanaman landscape. Perkembangan Ibu Kota Nusantara membuat kebutuhan terhadap ruang hijau tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga dengan bagaimana kawasan baru dapat menyatu dengan karakter lingkungan.
Otorita IKN sendiri menempatkan konsep forest city sebagai bagian penting dari pengembangan Nusantara. Bahkan, kawasan IKN dirancang dengan porsi ruang hijau yang besar dan membutuhkan desain lanskap terintegrasi untuk mendukung tujuan tersebut.
Kebutuhan mulai bergeser dari sekadar tanaman hias
Dalam konteks kawasan seperti IKN dan daerah penyangganya, pohon dapat memiliki beberapa fungsi sekaligus:
membentuk ruang hijau kawasan;
memberikan keteduhan pada area publik;
membentuk identitas visual suatu area;
memperkuat karakter jalan dan pedestrian;
mendukung konsep landscape yang lebih alami;
serta mengisi ruang terbuka pada kawasan yang baru dikembangkan.
Penanaman yang dilakukan di IKN juga menunjukkan kombinasi antara tanaman lokal, pohon ekologis, pohon buah, dan tanaman ornamental. Beberapa kegiatan terbaru bahkan mencakup balangeran, kapur, meranti, tanjung, tabebuya, dan pucuk merah.
Artinya, kebutuhan pohon di Kalimantan Timur tidak dapat dilihat hanya dari satu jenis tanaman. Untuk proyek tertentu, pohon lokal atau ekologis bisa menjadi bagian penting, sementara pada area yang membutuhkan tampilan lebih terstruktur, pohon ornamental dan peneduh dapat mengambil peran berbeda.
Riau: Peneduh dan Penghijauan Perkotaan Masih Menjadi Fokus
Berbeda dengan kawasan pembangunan baru, kebutuhan pohon di Riau, khususnya wilayah perkotaan seperti Pekanbaru, banyak berkaitan dengan penghijauan ruang yang sudah berkembang.
Pada 2026, Pemerintah Kota Pekanbaru secara resmi mendorong konsep Green City dan meminta pembangunan perumahan baru turut memperhatikan penyediaan ruang terbuka hijau serta penanaman pohon.
Ini menunjukkan bahwa pohon mulai dipandang sebagai bagian dari perencanaan kawasan, bukan sekadar elemen tambahan setelah bangunan selesai.
Jenis pohon yang dibutuhkan juga mengikuti fungsi ruang
Dalam beberapa program penghijauan di Riau, jenis yang digunakan cukup beragam. Penanaman di kawasan Stadion Utama Riau, misalnya, mencakup ulin, mahoni, pulai, trembesi, dan meranti, dengan total target penghijauan mencapai 2.500 bibit.
Sementara program penghijauan sebelumnya juga menggunakan Ketapang Kencana, Mahoni, Trembesi, serta beberapa pohon buah seperti Lengkeng, Manggis, Matoa, dan lainnya.
Dari pola tersebut, terlihat bahwa kebutuhan pohon di Riau cukup kuat pada kombinasi fungsi peneduh, penghijauan kawasan, dan tanaman produktif.
Untuk kawasan perumahan, misalnya, kebutuhan pohon bisa berbeda dengan area jalan atau ruang publik. Pohon yang terlalu besar belum tentu cocok untuk halaman rumah, sementara pohon dengan tajuk yang rapi dapat lebih sesuai untuk boulevard, taman, atau area komunal.
Kenapa Tren Kebutuhan Pohon Tidak Bisa Disamakan Antarwilayah?
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap satu jenis pohon yang populer di suatu daerah pasti cocok digunakan untuk semua proyek.
Padahal, kebutuhan tanaman biasanya terbentuk dari kombinasi beberapa faktor.
1. Fungsi utama pohon
Pertama-tama perlu dilihat apakah pohon tersebut digunakan sebagai peneduh, pembatas, focal point, tanaman jalan, penghijauan kawasan, atau elemen estetika.
Ketapang Kencana, misalnya, lebih menarik ketika kebutuhan utamanya adalah membentuk tajuk yang rapi dan memberikan naungan. Sementara pohon dengan karakter batang atau bentuk yang unik dapat lebih cocok dijadikan elemen aksen.
2. Skala proyek
Pohon untuk halaman rumah tidak otomatis sama dengan pohon untuk hotel, kawasan industri, perumahan, atau proyek pemerintah.
Pada proyek besar, keseragaman ukuran dan jumlah tanaman menjadi penting. Kontraktor juga perlu memperhatikan ketersediaan stok dalam jumlah tertentu agar proses penanaman tidak menghasilkan ukuran tanaman yang terlalu berbeda.
3. Kondisi lokasi
Jenis tanah, paparan matahari, ruang tumbuh akar, drainase, hingga kondisi sekitar bangunan perlu diperhatikan.
Terutama pada pohon berukuran besar, pertimbangan ruang akar dan jarak dari bangunan tidak boleh dilewatkan. Pohon yang terlihat ideal di foto belum tentu menjadi pilihan yang tepat ketika ditempatkan pada lahan dengan ruang terbatas.
4. Kebutuhan visual kawasan
Ada proyek yang membutuhkan landscape dengan kesan natural dan tropis. Ada juga yang membutuhkan tampilan lebih formal, rapi, atau premium.
Karena itu, pemilihan pohon sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan “jenis apa yang sedang banyak dicari?”, tetapi dilanjutkan dengan “karakter apa yang ingin dibentuk dari kawasan tersebut?”
Dari Ketapang Kencana Sampai Pohon Koleksi, Kebutuhannya Berbeda
Jika dilihat dari karakter produknya, pasar pohon landscape sebenarnya dapat dibagi menjadi beberapa kebutuhan.
Pohon peneduh
Jenis ini dicari ketika fungsi utama landscape adalah memberikan naungan sekaligus membentuk ruang yang lebih nyaman.
Contohnya dapat berupa Ketapang Kencana, Trembesi, Mahoni, Pulai, atau jenis lain yang sesuai dengan kondisi lokasi dan skala proyek.
Pohon pembentuk identitas kawasan
Pada proyek tertentu, pohon tidak hanya berfungsi sebagai peneduh. Bentuk tajuk, warna daun, bunga, atau siluet tanaman justru menjadi bagian dari identitas visual.
Tabebuya, misalnya, dapat digunakan untuk menghadirkan efek visual ketika berbunga. Sementara tanaman seperti Pucuk Merah dapat digunakan untuk membentuk pagar hidup atau aksen dengan gradasi warna daun yang khas.
Pohon aksen dan koleksi
Untuk villa, hotel, resort, hunian premium, atau area komersial tertentu, kebutuhan tanaman bisa menjadi lebih spesifik.
Pohon dengan karakter batang tua, bentuk unik, ukuran besar, atau tampilan yang tidak seragam dapat digunakan sebagai focal point. Dalam kategori ini, proses seleksi tanaman menjadi lebih penting karena nilai visual tidak hanya berasal dari jenis tanaman, tetapi juga dari karakter individu pohonnya.
Bagaimana Melihat Tren Kebutuhan Pohon ke Depannya?
Perkembangan di Kalimantan Timur dan Riau memberikan satu gambaran penting: kebutuhan pohon semakin berkaitan dengan fungsi ruang dan perencanaan landscape, bukan hanya jumlah tanaman.
Di Kalimantan Timur, pembangunan kawasan baru mendorong kebutuhan landscape yang terintegrasi dengan konsep kota hijau dan lingkungan. Di Riau, dorongan terhadap Green City dan penghijauan kawasan perkotaan menunjukkan bahwa kebutuhan pohon juga semakin masuk ke tahap perencanaan kawasan dan perumahan.
Karena itu, tren ke depan kemungkinan bukan sekadar “jenis pohon apa yang paling laku”, tetapi pohon seperti apa yang paling sesuai dengan fungsi dan karakter proyek tertentu.
Bagi supplier tanaman, perubahan ini juga berarti kebutuhan stok dan pengadaan perlu semakin fleksibel. Proyek bisa membutuhkan pohon dalam jumlah banyak dengan ukuran relatif seragam, sementara proyek lain justru membutuhkan beberapa pohon pilihan dengan karakter yang lebih spesifik.
Sebelum Memesan Pohon untuk Proyek, Apa yang Perlu Diperhatikan?
Sebelum menentukan jenis dan jumlah pohon, setidaknya beberapa hal berikut sebaiknya sudah jelas:
lokasi proyek dan kondisi lahannya;
fungsi pohon pada setiap area;
ukuran pohon yang diinginkan;
jumlah kebutuhan;
jarak tanam;
akses kendaraan menuju lokasi;
kebutuhan penanaman dan perawatan;
serta waktu pengiriman yang tersedia.
Untuk proyek dengan jumlah tanaman cukup besar, proses pengadaan sebaiknya dilakukan setelah kebutuhan landscape sudah memiliki gambaran yang jelas. Hal ini membantu menghindari kondisi ketika jenis tanaman sudah tersedia, tetapi ukuran, jumlah, atau karakter pohonnya tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
FAQ
Apakah jenis pohon yang cocok di Kalimantan Timur pasti cocok di Riau?
Belum tentu. Kondisi lokasi, fungsi landscape, ukuran area, karakter tanah, serta konsep proyek tetap perlu diperiksa sebelum menentukan jenis pohon. Kesamaan iklim tropis tidak berarti semua lokasi memiliki kebutuhan landscape yang sama.
Pohon apa yang paling banyak dibutuhkan untuk proyek landscape?
Tidak ada satu jenis yang selalu paling tepat untuk semua proyek. Ketapang Kencana dan berbagai pohon peneduh dapat dibutuhkan untuk kawasan tertentu, sementara proyek lain lebih membutuhkan pohon aksen, tanaman pagar, pohon berbunga, atau pohon koleksi.
Apakah pohon besar lebih baik untuk proyek landscape?
Tidak selalu. Pohon besar memang dapat memberikan dampak visual dan fungsi peneduh lebih cepat, tetapi kebutuhan ruang akar, pengangkutan, penanaman, serta perawatan juga semakin besar. Ukuran pohon sebaiknya disesuaikan dengan desain dan kondisi lokasi.
Kesimpulan: Setiap Wilayah Memiliki Kebutuhan Pohonnya Sendiri
Dari Kalimantan Timur sampai Riau, tren kebutuhan pohon di tiap wilayah menunjukkan bahwa landscape semakin dipengaruhi oleh fungsi ruang, perkembangan kawasan, dan karakter proyek. Kalimantan Timur memperlihatkan kebutuhan yang kuat terhadap landscape terintegrasi dalam pengembangan kawasan baru, sementara Riau menunjukkan perhatian yang besar terhadap penghijauan dan ruang hijau perkotaan.
Pada akhirnya, memilih pohon bukan hanya persoalan mencari jenis yang sedang populer. Pohon perlu dipilih berdasarkan fungsi, ukuran, karakter visual, kondisi lokasi, skala proyek, hingga cara tanaman tersebut akan dikirim dan ditanam.
Bagi pemilik proyek atau kontraktor, memahami pola ini sejak awal dapat membantu proses pengadaan tanaman menjadi lebih terarah.
Mulai dari Kebutuhan Landscape, Bukan Sekadar Jenis Pohonnya
Semanggi Landscape menangani kebutuhan supplier tanaman dan pohon untuk landscape, mulai dari tanaman peneduh, tanaman aksen, pohon berukuran besar hingga tanaman dengan karakter koleksi.
Jika Anda sedang menyiapkan kebutuhan pohon untuk rumah, villa, hotel, kawasan komersial, maupun proyek landscape dalam jumlah tertentu, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu mengenai jenis, ukuran, dan kebutuhan tanaman yang lebih sesuai dengan kondisi proyek.
Konsultasikan kebutuhan tanaman Anda dengan Semanggi Landscape sebelum menentukan jenis dan jumlah pohon.
Kontak
Dusun Krajan RT 23 RW 07, Dukuh, Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur. Area layanan: seluruh Indonesia.
